Kisah Sedih Seorang Ibu, Anak 'Dibunuh' Flu dalam Dua Hari

Flu dianggap sebagai penyakit musiman, di mana saat datang musim hujan banyak yang terserang penyakit ini. Meskipun penyakit flu rutin menyerang kita, tetap harus waspada karena bisa saja berbahaya.

Tewas karena virus flu
Franki Anderson dan anaknya.
Satu kisah berikut ini bisa membuat kita waspada, betapa penyakit flu bisa sangat mematikan. Kisah ini terjadi pada tahun 2016, di mana seorang ibu bernama Franki, ditinggalkan anak perempuannya yang berusia 20 tahun.

Pada bulan Maret tahun 2016, anaknya bernama Brittany tiba-tiba merasakan tenggorokan serak. Usai mengonsumsi obat dari apotek, dia merasa lebih baik. Tapi keesokan harinya, gejala flu muncul kembali.

Menjelang siang, Franki tidak bisa membangunkan anaknya. Dia pun langsung memanggil sebuah ambulans. Ibunya keget karena denyut nadi anaknya tidak terasa, sehingga paramedis bergegas membawanya ke rumah sakit. Dan berhasil diselamatkan.

Kemudian Britt dicek dan ia menderita Influenza A, strain yang umum. Namun flu ini dapat menyebabkan kegagalan organ. Dokter pun tidak dapat menstabilkannya, dan tiba-tiba, jantung Britt berhenti dua kali dalam beberapa menit.

Pada saat itu, keluarga harus membuat keputusan hati untuk menghentikan upaya menyelamatkan nyawa.

"Kami tidak melihatnya datang," kata Franki tentang komplikasi flu yang parah. Sekarang, hampir 2 tahun kemudian, dia masih tidak percaya. Satu menit, katanya, seorang anak atau dewasa muda sehat dan aktif, dan dalam 48 jam ke depan, sudah pergi.

Flu Mematikan


Orang sering menganggap orang dewasa tahan terhadap flu, tapi siapa pun bisa meninggal dunia karenanya dan komplikasinya.

Menurut CDC - badan kesehatan Amerika-, 12.000 sampai 56.000 orang di Amerika Serikat meninggal dunia terkait flu dari tahun 2010 hingga 2014. Beberapa orang lebih rentan. Di antaranya adalah:

Orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti masalah jantung dan paru-paru
Anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan terutama di bawah usia 2 tahun
Dewasa umur 65 tahun ke atas
Wanita hamil dan mereka yang telah melahirkan dalam 2 minggu terakhir
Warga panti jompo
Siapapun keturunan Indian Amerika atau Alaska asli

Strain influenza A yang dikenal sebagai H3N2, adalah yang paling lazim di musim hujan. Vaksin yang dibuat untuk melindungi terhadap strain yang diperkirakan umum, sekitar 30 persennya efektif membasmi virus ini.

Perspektif Ahli Penyakit Menular


Cerita tentang orang dewasa muda dan anak-anak yang meninggal akibat flu adalah tragis dan tidak biasa, kata Aaron Glatt, MD, ketua departemen kedokteran di Rumah Sakit Komunitas Nassau Selatan.

Dia tidak memperlakukan Britt Andersen namun berbicara secara umum, tentang bagaimana flu bisa mematikan.

Bagi banyak orang, gejala flu bisa ringan, tapi ada subkelompok pasien, terutama yang memiliki penyakit bawaan (seperti penyakit jantung) yang bisa berpotensi lebih parah. "

Flu bisa berbahaya jika pasien mengalami kesulitan pernapasan. Orang yang memiliki penyakit lain, harus segera menemui dokter jika gejala flu memburuk, kata Glatt.

Meningkatkan Kesadaran


Hanya sekitar dua dari setiap lima anak dan orang dewasa di AS yang telah divaksinasi influenza pada November 2017, kata CDC.

Franki juga bekerja untuk memberi tahu lebih banyak orang, tentang vaksinasi. Dia telah menceritakan kisahnya bersama Keluarga melawan Flu. Dan dia mengajak kesadaran orang-orang akan flu di dekat rumahnya. Dan ia memberikan bantuan dana bagi yang tidak mampu membayar vaksin.

Di halaman Facebook-nya, dia memposting kenangan dengan Britt dan posting tentang kesadaran akan flu. Saat dia menjalani kehidupan sehari-hari, dia berbicara dengan orang-orang yang dia temui mengenai flu, nilai vaksin, dan bagaimana flu bisa mematikan. "Ini adalah musuh yang tak terlihat," katanya.

Sumber: webmd.com
Loading...

Januari 30, 2018 - tanpa komentar

0 komentar untuk Kisah Sedih Seorang Ibu, Anak 'Dibunuh' Flu dalam Dua Hari.


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar