Bahaya Mandi Setiap Hari, Dapat Meningkatkan Risiko Infeksi

Ilustrasi wanita mandi.
Ilustrasi wanita mandi. Foto: dailymail.co.uk
Sebagian besar dari kita mungkin akan mandi lebih dari satu kali dalam sehari. Bahkan ada yang sudah terbiasa untuk mandi menjelang tidur, meskipun dilakukan pada larut malam. Jika tidak, tubuh akan terasa lengket dan tidur tidak nyenyak.

Ya, sebagian dari kita menyadari pentingnya kebersihan tubuh dengan mandi. Kita juga akan menggunakan sabun penghilan kuman, untuk membunuh atau membasuh kuman yang ada di permukaan kulit.

Tapi siapa sangka, jika para ahli justru berpendapat sebaliknya. Di mana kita dilarang untuk mandi setiap hari, karena berisiko memudahkan kita untuk terinfeksi. Apakah alasan mereka hanya itu saja? Simak di bawah ini.

Dikutip dari Daily Mail, mandi berlebihan dapat mengurangi hidrasi kulit, menyebabkannya menjadi kering dan pecah-pecah, yang memungkinkan kuman masuk, menurut ahli penyakit menular Dr Elaine Larson dari Columbia University.

Dia menambahkan bahwa, kebanyakan orang mandi dengan keyakinan akan mengurangi risiko penyakit. Namun sebenarnya, tidak lebih dari menghilangkan bau badan.

Dr C Brandon Mitchell, asisten profesor dermatologi di George Washington University, menambahkan mencuci kulit dari minyak alami justru dapat mengganggu bakteri 'baik' yang mendukung sistem kekebalan tubuh seseorang.

Menurut Dr Mitchell, mandi sekali atau dua kali seminggu biasanya cukup untuk sebagian besar orang. Ia menambahkan: "Mandi setiap hari tidak diperlukan. Kebanyakan orang berlebihan dalam mandi."

Dr Mitchell mengatakan kepada TIME: "Tubuh Anda adalah mesin yang diminyaki dengan baik."

Dia mendesak orang-orang yang merasa sehat dan terhidrasi dengan baik kulitnya, untuk tidak mandi. Dan juga merekomendasikan agar orang-orang tidak membasahi seluruh tubuh dengan sabun, tetapi hanya fokus pada area yang bau, seperti ketiak atau kaki.

Dia bahkan menambahkan, mereka yang memiliki rambut kering hanya perlu mencucinya setiap beberapa minggu sekali. Sementara orang-orang dengan masalah kulit kepala, seperti ketombe, dapat keramas beberapa kali seminggu.

Dr Larson mengatakan, orang-orang harus fokus untuk sering mencuci tangan mereka. Serta membersihkan pakaian, yang mengumpulkan sel-sel kulit mati, untuk mengurangi risiko penyakit.

Sebuah studi yang dirilis pada Januari tahun lalu menyarankan, kebersihan yang berlebihan dapat merusak bakteri, virus, dan 'serangga' sehat lainnya yang hidup di dalam dan di tubuh orang-orang.

Baca Juga: Kisah Tragis di Balik Empat Balon yang Ditanam di Wajah

Tapi mereka tidak berkomentar tentang seberapa sering orang harus mandi.
Loading...

April 19, 2018 - 3 komentar

3 komentar untuk Bahaya Mandi Setiap Hari, Dapat Meningkatkan Risiko Infeksi.


Perlihatkan Semua Komentar Tutup Semua Komentar
.

Mandi itu membersihkan tubuh dari kotoran. Pendapat itu apakah sudah dilakukan dengan komprehensif dengan data yg valid, jangan hanya mengandalkan asumsi2.

Balas Hapus
.

Kalau di negara-negara beriklim dingin mungkin saja itu dilakukan karena badan kita tidak berkeringat, lha kalau di negara tropis seperti Indonesia yang udaranya panas dan menyebabkan badan kita senantiasa mengeluarkan keringat, apa jadinya kalau mandi seminggu sekali atau 2 kali. Wooww, tidak terbayangkan efeknya.

Balas Hapus