Berita Viral

Berita viral terkini dan menginspirasi

Kamis, 16 Agustus 2018

Keju Tertua di Dunia Ditemukan dan Mengandung Bakteri Pembunuh

loading...
Keju kini jadi salah satu makanan favorit di dunia, termasuk Indonesia. Apalagi keju jenis mozarela, yang terlihat meleleh saat disajikan di atas makanan yang masih panas. Membuat selera makan makin bertambah.
Penampakan keju tertua di dunia
Penampakan keju tertua di dunia.
Selain itu, keju juga menambah rasa dalam makanan. Dan biasanya, kita akan menemukan keju ini di makanan-makanan yang berasal dari luar negeri. Tapi kini, banyak makanan khas Indonesia pun yang disajikan bersama dengan keju.

Tapi tahukah Anda, jika keju ternyata ada sejak ribuan tahun silam. Mungkin terdengar aneh, dan bagaimana manusia dahulu bisa membuat keju. Berikut ulasan lengkapnya.

Dikutip dari Daily Mail, Keju tertua di dunia ditemukan di sebuah makam Mesir yang berusia 3.200 tahun. Namun, keju ini memiliki rahasia tersembunyi di dalamnya, yaitu terdapat bakteri pembunuh.

Keju ini dimakamkan bersama Ptahmes - Walikota ibukota Mesir Kuno Memphis - yang tempat peristirahatannya ditemukan kembali pada tahun 2010, setelah hilang di bawah gurun pasir.

Satu toples berisi massa berwana keputihan yang dipadatkan, serta kain kanvas yang mungkin menutupi tabung atau digunakan untuk melestarikan isinya ini pun ditemukan.

Setelah melarutkan sampel, para peneliti memurnikan kandungan proteinnya dan menganalisanya dengan kromatografi cair dan spektrometri massa.

Peptida yang terdeteksi oleh teknik ini menunjukkan, sampel adalah produk susu yang terbuat dari susu sapi dan domba atau kambing.

"Karakteristik kain kanvas, menunjukkan itu cocok mengandung zat padat daripada cairan, dan tidak adanya penanda khusus lainnya, mendukung kesimpulan bahwa produk susu adalah keju padat," tulis para peneliti.

Peptida lain dalam sampel makanan menunjukkan, jika keju itu terkontaminasi dengan Brucella melitensis, bakteri yang menyebabkan brucellosis.

Penyakit yang berpotensi mematikan ini menyebar dari hewan ke manusia, biasanya dari memakan produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Jika analisis pendahuluan tim dikonfirmasi, sampel akan mewakili bukti biomolekuler yang paling awal dilaporkan dari penyakit.

Dr Enrico Greco, seorang ilmuwan kimia di Universitas Catania di Italia, mengatakan: "Materi yang dianalisis dalam penelitian ini kemungkinan adalah sisa padat arkeologi paling purba dari keju, yang pernah ditemukan hingga saat ini."

Makam selatan di Kairo ini awalnya ditemukan pada tahun 1885. Ekspedisi asing dilakukan dengan berbagai potongan, dan potongan itu berakhir di museum di seluruh dunia.

Baca Juga: Wanita Tertua di Dunia Merasa Umur Panjangnya 'Kutukan' Tuhan

Tapi kemudian cepat dilupakan, ketika sekali lagi tertutup oleh pasir di gurun. Sampai penggalian yang didukung oleh pemerintah Mesir yang dimulai pada tahun 2005 dimulai.

Ptahmes juga bertugas sebagai panglima militer, pengawas keuangan dan juru tulis kerajaan di bawah Seti I dan putranya serta penerusnya, Ramses II, pada abad ke-13 SM.
Loading...

0 Komentar Keju Tertua di Dunia Ditemukan dan Mengandung Bakteri Pembunuh

Posting Komentar

Back To Top