Melihat Lebih Dekat Rumah Pria Paling Kesepian di Dunia

Tidak ada satu pun manusia yang hidup sendirian, apalagi mereka yang hidup di zaman modern seperti saat ini. Namun, ternyata masih ada orang-orang yang ternyata hidup sendirian. Bukan dalam hitungan tahun, tetapi puluhan tahun lamanya.

Mungkin kita akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin ia bisa melakukannya. Atau apakah dia pernah merasakan penyakit dan harus dirawat oleh orang lain? Pertanyaan seperti itu akan muncul di benak kita.

Rumah pria paling kesepian di dunia
Rumah pria paling kesepian di dunia.
Tapi memang ada orang yang hanya hidup sendirian selama puluhan tahun lamanya. Salah satunya pria ini, di mana ia hidup selama 22 tahun di dalam hutan dan sendirian. Berita sebelumnya Ternyata, Ada Satu Orang Suku Amazon yang Masih Hidup Usai Dibantai. Lantas bagaimana ia bertahan hidup selama ini?

Pria itu, yang dikenal sebagai 'The Man in the Hole', telah bertahan hidup sendiri di negara terpencil Rondonia, Brasil. Hal ini karena ia hanya satu-satunya orang yang hidup usai sukunya dibunuh oleh peternak sapi yang merampas tanah mereka dua dekade lalu.

Suku itu menghabiskan sebagian besar waktunya berburu babi hutan, burung dan kera dengan busur dan anak panah. Dan meraka tinggal di rumah atau gubuk yang dikelilingi oleh pepaya dan perkebunan jagung.

Foto-foto dari rumah pria yang kesepian ini menunjukkan, tombak kayu dan batang bambu yang diduga digunakan untuk berburu, berada tidak jauh.

Menurut pejabat setempat, ia menggali lubang untuk menjebak hewan. Atau bersembunyi dalamnya, saat berburu hewan di hutan Amazon.

Pria itu, yang diperkirakan berusia lima puluhan, menggunakan kapak buatan tangan untuk menebang pohon di dekat gubuknya.

 Sumur yang digunakan untuk berburu hewan.
Sumur yang digunakan untuk berburu hewan.
Diyakini saat ini masih ada 113 suku pedalaman, yang belum berhubungan dengan manusia modern yang tinggal di Amazon.

Sementara orang-orang yang selamat dari suku lainnya dalam pembantaian telah menceritakan, bagaimana peternak menyerang dan menembak mereka selama periode tersebut.

Sebuah cagar alam yang dikenal sebagai Tanara pun didirikan, pada 1990-an, sebagai bagian dari gerakan untuk melindungi wilayah Amazon yang dihuni suku pedalaman.

Survival International, mengatakan mungkin ada sebanyak 300 orang pedalaman yang tidak terkontaminasi, yang tinggal di wilayah Massacó di Rondonia.

Diperkirakan, banyak suku telah memilih untuk menghindari kontak karena rumah mereka di hutan diluluhlantakkan.

Kelompok-kelompok kecil yang hidup terutama di Rondonia, Mato Grosso, dan negara-negara Maranh√£o 'adalah orang-orang yang selamat dari perampasan tanah yang brutal'.

Survival International menambahkan: "Orang-orang Brasil yang tidak terkontaminasi harus dilindungi, dan hak tanah mereka diakui, bersama dengan hutan yang mereka andalkan."

Hutan hujan Amazon sendiri membentang seluas 2.100.000 mil persegi, dengan area yang luas yang masih dianggap belum dijelajahi.

Loading...

0 komentar