Diblender, Smartphone Ternyata Mengandung Emas

Smartphone kini sudah menjadi salah satu benda yang wajib dibawa, bahkan kemana pun kita pergi. Tanpa smartphone kita seolah-oleh kehilangan sesuatu yang berharga, bahkan melebihi dompet yang tertinggal di rumah.

Ya, siapapun pasti pernah merasakannya. Rasanya tidak enak salam beberapa jam saja tanpa smartphone, terutama bagi kita yang memiliki aktivitas bekerja. Apalagi kini banyak sekali smartphone yang memilii harga sangat fantastis.

Memblender smartphone yang mengandung emas

Lalu apa sebenarnya bahan pembuat smartphone itu sendiri sehingga harganya bisa mahal? Dan ternyata ada emas di dalamnya. Jika Anda penasaran, maka bisa melihat video berikut ini di mana smartphone diblender sampai halus untuk melihat isi bahan bakunya.

Dikutip dari dailymail.co.uk, smartphone atau ponsel cerdas mengandung tungsten dan kobalt dari zona perang Afrika. Dan bahkan emas, dalam sebuah percobaan.

Para ilmuwan telah memadukan ponsel pintar untuk melakukan analisis kimia, terhadap bahan apa yang ada di dalamnya.

Tim ilmuwan ingin menunjukkan bahwa, ada elemen langka atau 'konflik' dalam jumlah tinggi di setiap telepon genggam yang kita gunakan. Tujuannya untuk mendorong orang untuk mendaur ulang perangkat ini.

Zat langka pembuatnya termasuk neodymium dan praseodymium, emas, perak dan timah. Ada juga tungsten dan kobalt, yang biasanya ditambang dari zona yang terdampak konflik seperti di Afrika.

Jenis penambangan dan perdagangan ilegal ini sering dikendalikan oleh kelompok-kelompok bersenjata, yang membantu memberi makan lingkaran setan konflik dan pekerja anak.

Setelah menghancurkan ponsel pintar, peneliti mencampurnya dengan natrium peroksida - pengoksidasi kuat - pada suhu hampir 500 derajat Celcius.

Hasil menunjukkan, perangkat mengandung 33 gram zat besi, 13 gram silikon dan 7 gram kromium, serta jumlah zat melimpah lainnya yang lebih kecil.

Ada juga sejumlah 'elemen kritis' termasuk 900 mg tungsten dan 70 mg kobalt dan molibdenum. Derta 160 mg neodymium dan 30 mg praseodymium.

Mereka juga menemukan bahwa, setiap telepon genggam mengandung 90 mg perak dan 36 mg emas.

Para ilmuwan mengatakan ini berarti bahwa untuk membuat satu ponsel, pekerja perlu menambang 10-15 kg bijih. Termasuk 7 kg bijih emas bermutu tinggi, 1 kg bijih tembaga tipikal, 750 gram bijih tungsten tipikal dan 200 gram bijih nikel tipikal.

Baca Juga: Bahaya, Teknologi Nirkabel Headphone Ini Penyebab Penyakit Kanker

Padahal, setiap tahun ada 1,4 miliar ponsel diproduksi di seluruh dunia, kata para ilmuwan dari Universitas Plymouth.

Dr Arjan Dijkstra, dosen petrologi beku, mengatakan: "Kita semakin bergantung pada ponsel, tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar berpikir apa yang ada di balik layar?"

"Ketika Anda melihat, jawabannya sering tungsten dan kobalt dari zona konflik di Afrika. Ada juga elemen langka seperti neodymium, praseodymium, gadolinium dan disprosium, belum lagi jumlah emas, perak dan elemen bernilai tinggi lainnya," tambah mereka.

Dr Colin Wilkins, seorang dosen geologi ekonomi, mengatakan bahwa pertambangan dapat menjadi bagian dari solusi untuk masalah-masalah dunia, karena kita sekarang menjadi bagian dari dunia yang sadar sosial.

Baca Juga: Prajurit Masa Depan Dapat Melihat di Dalam Gelap

Berikut prosesnya:


Comments